Nama:
Nia Yusnia Sari
Kelas
: 1EA25
NPM:
15215037
Tugas
Softskill Minggu Pertama
PENDAHULUAN
1. Pengertian Ilmu Budaya Dasar
“
Ilmu Budaya Dasar” adalah suatu pengetahuan yang menelaah berbagai masalah
kemanusiaan dan budaya, dengan menggunakan pengertian- pengertian yang berasal
dari dan telah dikembangkan oleh berbagai bidang pengetahuan keahlian yang
tergolong dalam Pengetahuan Budaya.
Istilah
IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic
humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun
istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya
manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan
seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan
nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya.
2. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Menurut
M. Habib Mustopo, tujuan IBD ialah mengembangkan kepribadian mahasisa dengan
cara memperluas wawasan pikirannya, baik yang menyangkut diri sendiri maupun
yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya.
Untuk
menjangkau tujuan tersebut, maka Ilmu Budaya Dasar (IBD) diharapkan dapat :
a.) Mengusahakan
penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka akana
lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
b.) Memberi
kesempatan pada mahasiswa untuk dapat memperluas pandangan mereka tentang
masalah kemanusiaan dan budaya, serta mengembangkan daya kritis.
c.) Mengusahakan
agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangasa dan Negara, serta ahli dalam
bidang disipilin masing-masing tidak jauh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan
pengkotaan disiplin yang ketat.
d.) Mengusahakan
wahana komunikasi para akademisi kita agar mereka lebih mampu berdialog satu
sama lain.
Dapatlah dirinci secara
singkat bahwa tujuan Ilmu Budaya Dasar (IBD) ialah :
a.) mahasiswa lebih peka dan terbuka terhadap
masalah kemanusiaaan dan budaya, serta lebih bertanggung jawan
b.) Menyadarkan
mahasiswa terhadap nilai nilai yang hidup dalam masyarakat , hormat merhormati
serta simpati.
c.) Mengembangkan
daya kritis terhadap persoalan kemanusiaan dan daya kebudayaan
d.) Agar
mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang memmbangun.
3. Fungsi Ilmu Budaya Dasar
Memberikan
Pengetahuan Dasar dan pengertian umum tentang konsep konsep yang dikembangkan
untuk mengkaji gejala- gejala sosial kebudayaan agar daya tanggap, persepsi,
dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan budaya sosial dapat
ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa kepada lingkungan lebih besar.
4. Kajian Ilmu Budaya Dasar
Kajian Ilmu Budaya Dasar bermaksud agar para akdemisi atau mahasiswa
dapat memiliki latar belakang pengetauan budaya Indonesia secara mendalam
sehingga diharapkan dapat menudukung serta mengembangkan kebudayaan Indonesia
secara kreatif melalui bidang masing-masing. Dengan demikian diharapkan
mahasiswa mampu memeperlihatkan sikap :
1.
Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di sekitarnya dan di luar
lingkungannya, menelaah apa yang dikerjakannya dan mengapa.
2.
Kesadaran akan pola-pola nilai yagn dianutnya serta bagaimana hubungan
nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari
3.
Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya
untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan
nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri
4.
Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah dapat
diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang
tidak dibenarkannya.
5. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yagn telah ditetapkan, dua masalah
pokok bisa dipakai
sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah
IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :
1.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya
2.Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya
2.Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1.Manusia dan Kebudayaan
2. Manusia dan Kesusastraan
3. Manusia dan cinta kasih
4. Manusia dan Keindahan
5. Manusia dan Penderitaan
6. Manusia dan Keadilan
7. Manusia dan Pandangan hidup
8. Manusia dan Tanggung Jawab Serta Pengabdian
9. Manusia dan Kegelisahan
4. Manusia dan Keindahan
5. Manusia dan Penderitaan
6. Manusia dan Keadilan
7. Manusia dan Pandangan hidup
8. Manusia dan Tanggung Jawab Serta Pengabdian
9. Manusia dan Kegelisahan
10. Manusia dan Harapan
Joko Tri Prasetya, Drs., Ilmu Budaya Dasar, Rineka Cipta, Jakarta 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar