Senin, 21 Maret 2016

PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI

PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI


1.     Kerangka Konseptual Akuntansi
Prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP),  Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan [PSAK]. Financial Accounting Standards Board-FASB (Dewan Standar Akuntansi Keuangan).
Kerangka Konseptual FASB ada 4 bagian yaitu:
1.)    Tujuan Pelaporan Keuangan
tujuan-tujuan dari pelaporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang berguna, membantu, mengidentifikasi sumber daya ekonomis
2.)    Karakteristi-karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
·         Relevansi
·         Dapat Diandalkan
·         Dapat dibandingkan
·         Konsistensi
3.)    Elemen-elemen Laporan Keuangan
4.)    Panduan-panduan Pengoperasian

2.     Asumsi-Asumsi Akuntansi
Macam-macam Asumsi :
·         Asumsi Unit Moneter
·         Asumsi Entitas Ekonomi
·         Asumsi Periode Waktu
·         Asumsi Kelangsungan Usaha

3.     Prinsip – prinsip Akuntansi
v Metode persentase penyelesaian

BIAYA DIKELUARKAN : TOTAL ESTIMASI BIAYA = PERSENTASE PENYELESAIAN

 

PERSENTASE PENYELESAIAN x TOTAL PENDAPATAN = PENDAPATAN DIAKUI

 

PENDAPATAN DIAKUI – BIAYA DIKELUARKAN = LABA KOTOR

 
 













Contoh soal:
Cerver Construction Company berada dalam kontrak untuk membangun sebuah kondominium dengan kontrak senilai $ 2.000.000. Pembangunan akan memakan waktu 18 bulan dengan estimasi biaya sebesar $1.400.000. konstruksi di mulai Nov 2004 – Aprl 2006 , biaya kontruksi aktual yang dikeluarkan setiap tahunnya adalah sebesar 2004= $ 140.000, 2005= $ 910.000, dan 2006= $ 350.000. Hitunglah laba kotor yang harus diakui setiap tahunnya
Jawab:
Tahun 2004
Persentase Penyelesaian = Biaya Dikeluarkan : Total Estimasi Biaya
 = Rp. 140.000 : Rp. 1.400.000
 = 10%
Pendapatan Diakui = Persentase Penyelesaian x Total Pendapatan
 = 10% x Rp.  2.000.000
 = Rp. 200.000
Laba Kotor Diakui = Pendapatan Diakui – Biaya Aktual Dikeluarkan
 = Rp. 200.000 – Rp. 140.000
 = Rp. 60.000
Tahun 2005
Persentase Penyelesaian = Rp. 910.000 : Rp. 1.400.000
 = Rp. 65%
Pendapatan Diakui = 65% x Rp. 2.000.000
 = Rp. 1.300.000
Laba Kotor Diakui = Rp. 1.300.000 – 910.000
 = Rp. 390.000
Tahun 2006
Persentase Penyelesaian = Rp. 350.000 : Rp. 1.400.000
 = 25%
Pendapatan Diakui = 25% x Rp. 2.000.000
 = Rp. 500.000
Laba Kotor Diakui = Rp. 500.000 – Rp. 350.000
 = Rp. 150.000

v  Metode angsuran


Laba Kotor Diakui selamaperiode tersebut = Perolehan Kas dari Pelanggan x Persentase Laba Kotor

 
 





Contoh:
Valdes Inc. menggunakan metode angsuran pada akuntansi untuk penjualannya pada tahun 2003. tahun pertamanya beroperasi, valdes melakukan penjualan secara kredit senilai $ 900.000 dan harga pokok penjualan sebesar $600.000. Penagihan penjualan kredit adalah sebagai berikut: 2003= $ 330.000, 2004= $ 420.000, dan 2005= $ 150.000.
Hitunglah jumlah laba kotor yang akan diakui tiap tahunnya
Jawab:
Tahun 2003
Laba Kotor Diakui = Perolehan Kas x Persentase Laba Kotor
 = $330.000 x 33,33 %
 = $ 110.000
Tahun 2004
Laba Kotor Diakui = $ 420.000 x 33,33%
 = $140.000
Tahun 2005
Laba Kotor Diakui = $ 150.000 x 33,33 %
 = $ 50.000
v  Prinsip Penandingan (pengakuan beban)
v  Prinsip Pengungkapan Penuh
v  Prinsip Biaya

4.     Kendala Dalam Akuntansi
·         Materialitas
·         Konservatisme

5.     Standar Akuntansi Internasional
§  Perbedaan pada standar
§  Keseragaman standar
Prinsip akuntansi yang dipakai di Indonesia adalah ? IFRS
Prinsip akuntansi yang dipakai di dunia adalah ? IASB


Tidak ada komentar:

Posting Komentar