MANUSIA
DAN KEADILAN
1.
MAKNA
KEADILAN
Manusia sebagai mahluk Tuhan adalah mahluk tertinggi yang memiliki
gejala-gejala istimewa yang hanya terdapat pada manusia saja, dan tidak
terdapat pada benda mati ataupun benda hidup seperti pada hewan ataupun
tumbuh-tumbuhan. Gejala-gejala istimewa itu bisa kita golongkan menjadi tiga
jenis yang disebut akal, rasa dan kehendak akal. Manusia sebagai mahluk Tuhan
memiliki sifat kodrat yaitu sifat kodrat perseorangan atau juga disebut mahluk
pribadi (individu) dan sifat kodrat masyarakat atau disebut mahluk sosial.
Dengan keinsyafan dan kesadaran akan keadilan, kita akan mampu memenuhi cipta,
rasa dan karsa manusia terhadap sesama atau pihak lain, sehingga akan membentuk
hati nurani manusia, yang kita sebut : cinta kasih. Pada dasarnya, hakikat dan
sifat kodrat manusia senantiasa berusaha untuk keadilan, bahkan dengan cinta
kasih akan mampu menggerakkan dan meringankan kehendak manusia untuk
meningkatkan kesejahteraan hidup pihak lain. Keadilan dan cinta kasih ini
merupakan sifat tingkah laku yang dapat di pisah-pisahkan.
Ditinjau
dari bentuk ataupun sifat-sifatnya, keadilan dapat dikelompokkan menjadi 3
jenis yaitu :
1.
Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan
substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya.
2. Keadilan
Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana
bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama
diperlakukan secara tidak sama.
3. Keadilan
Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan
kesejahteraan umum.
Pada hakikatnya keadilan-keadilan tercipta mewujudkan
masyarakat yang adil, sejahtera, dan sentosa.
2.
KEJUJURAN DAN KEBENARAN
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati
nuraninya apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang
kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga
berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang agama
dan hukum.
Kebenaran atau benar dalam arti moral berarti tidak palsu, tidak munafik, yakni
bila perkataannya sesuai dengan keyakinan batinnya atau hatinya. Suatu
kebenaran sejati berlaku bagi setiap orang yang mengetahui.Ketidakjujuran
sangat luas wawasannya, sesuai dengan luasnya kehidupan dan kebutuhan hidup
manusia. Bagi seniman kejujuran dan ketidakjujuran membangkitkan daya
kreatifitas manusia. Banyak hasil seni lahir dari kandungan peristiwa atau
kasus ketidakjujuran. Hal ini, karena dengan mengkomunikasikan hal yang
sebaliknya manusia akan terangsang untuk berbuat jujur.
Untuk mempertahankan kejujuran,
berbagai cara dan sikap perlu di pupuk . namun demi sopan santun dan pendidikan,
orang diperbolehkan berkata tidak jujur sampai pada batas-batas yang dapat
dibenarkan.
3.
KECURANGAN
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama
pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai
lawan jujur.Curang atau kecurangan artinya apa yang dikatakan tidak sesuai
dengan hati nuraninya. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak,
ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai
orang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat di sekelilingnya
hidup menderita.
Bermacam-macam orang melakukan kecurangan ditinjau dari hubungan manusia dengan
alam sekitarnya, ada empat aspek yakni aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek
peradaban, aspek teknik. Apabila keempat aspek tersebut dilaksanakan secara
wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma
hukum.Kecurangan dan sifat-sifat jahat yang serupa seperti penipuan, pemalsuan,
pembohong, perampokan, dan lain-lain merupakan bagian hidup manusia. Bermacam
ragam cara orang berbuat curang dan sungguh luas kawasannya; cara dan kawasan
itu sesuai dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan hidup manusia.
Kecurangan banyak menimbulkan daya
kreatifitas bagi seniman. Oleh karena itu, banyak hasil seni yang lahir dari
imajinasi kevurangan. Hasil seni itu antara lain seni tari, seni sastra, drama,
film, filsafalat dan lain-lain.
4.
PEMULIHAN NAMA BAIK
Nama baik merupakan salah satu tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama
yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap
baik. Lebih baik jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga di sekitarnya
adalah suatu kebanggan batin yang tak ternilai harganya.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakikatnya
sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :
1.
Manusia menurut sifat dasarnya
adalah mahluk moral.
2.Ada aturan-aturan yang berdiri
sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai
pelaku moral tersebut.
Pada hakikatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran
manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai
dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak.
Untuk memulihkan nama baik, manusia
harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir,
melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah.
5.
PEMBALASAN
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa
perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa,
tingkah laku yang seimbang.
Pembalasan
disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan
yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan
balasan yang tidak bersahabat pula.
Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk
sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan
moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkungann lah yang menyebabkannya.
Perbuatan amoral pada hakikatnya adalah perbuatan yang melanggar atau
memperkosa hak dan kewajiban manusia lain.karena itu manusia tidak menghendaki
hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha
mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu
adalah pembalasan.
Sumber : Joko Tri Prasetya, Drs., Ilmu Budaya
Dasar, Rineka Cipta, Jakarta 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar