MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
1.
PANDANGAN HIDUP DAN IDEOLOGI
Ideologi menurut William (1959) mengandung dua hal, yaitu : (1) unsur-unsur
filsafat yang digunakan, atau unsur yang digunakan sebagai dasar suatu
kegiatan, dan (2) Pembenaran intelektual untuk seperangkat norma-norma.
Munandar Sulaiman (1987 : 76) menyimpulkan pendapat Lenski (1974) yang
menyatakan bahwa ideologi merupakan komponen dasar terakhir dari sistem-sistem
sosiobudaya. Ideologi tersusun dari tiga unsur yaitu :
1.
Pandangan hidup
2.
Nilai-nilai, dan
3.
Norma-norma
Pandangan
hidup cenderung diikat oleh nilai-nilai sehingga berfungsi sebagai pelengkap
nilai-nilai dalam pembuatan pembenaran atau rasionalisasi nilai-nilai.
Pandangan hidup memberi semangat pada nilai-nilai. Norma berbeda dengan nilai
karena digunakan untuk hampir seluruh aturan khusus, sebaliknya nilai digunakan
untuk pengertian umum.
Dasar
negara itu jelas dikehendaki oleh seluruh bangsa indonesia, karena ia telah
tertanam dalam kalbu rakyat, oleh karena itu pancasila juga merupakan dasar
negara yang mampu mempersatukan seluruh rakyat indonesia. Maka pancasila yang
dirumuskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu :
·
Ketuhanan Yang Maha Esa
· Kemanusiaan yang adil dan beradab
·
Persatuan Indonesia
· Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
·
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
indonesia
Rumusan
pancasila yang terdapat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 itulah
yang kita gunakan, sebab rumusan yang demikian itulah yang ditetapkan oleh
wakil-wakil bangsa indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam sidang Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
2. MAKNA
CITA-CITA
Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup. Cita-cita,
kebajikan dan sikap hidup itu tak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia.
Dalam kehidupannya manusia tidak dapat melepaskan diri dari cita-cita,
kebajikan dan sikap hidup itu.
Ada
tiga kategori keadaan hati seseorang; keras, lunak dan lemah. Orang yang
berhati keras, tak berhenti berusaha sebelum cita-citanya tercapai. Ia tidak
menghiraukan rintangan, tantangan dan segala kesulitan yang dihadapinya. Orang
yang berhati keras biasanya mencapai hasil yang gemilang dan sukses hidupnya.
Orang
yang berhati lunak dalam usaha mencapai cita-citanya menyesuaikan diri dengan
situasi dan kondisi. Namun ia tetap berusaha mencapai cita-cita itu. Karena
itupun biarpun lambat ia akan berhasil juga mencapai cita-citanya.Orang yang
berhati lemah, mudah terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Bila menghadapi
kesulitan cepat-cepat ia berganti haluan, berganti keinginanCita-cita,
keinginan,harapan, banyak menimbulkan kreatifitas para seniman. Banyak hasil
seni seperti drama, novel, film, musik, tari, filsafat yang lahir dari
kandungan cita-cita keinginan,harapan dan tujuan.
3. MAKNA
KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada
hakikatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan
norma-norma agama atau etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk
bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.
Manusia merupakan mahluk sosial : manusia hidup bermasyarakat, manusia saling
membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat.
Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan
sebagainya.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi, yaitu :
manusia sebagai pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat, dan manusia
sebagai mahluk tuhan.
Sebagai mahluk tuhan, manusia pun harus mendengarkan suara hati Tuhan. Suara
tuhan selalu membisikkan agar manusia berbuat baik dan mengelakan perbuatan
yang tidak baik. Jadi, untuk mengukur perbuatan baik-buruk, harus kita dengar
pula suara tuhan atau kehendak tuhan.
Jadi kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita. Suara
hati masyarakat dan hukum tuhan. Kebajikan berarti berlaku sopan, santun,
berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah terhadap siapapun, berpakaian
sopan, agar tidak merangsang bagi yang melihatnya.
4. MAKNA
SIKAP HIDUP
Sikap hidup ialah keadaan hati dalam menghadapi hidup ini. Apakah kita
mempunyai sikap yang positif atau negatif ? apakah kita mempunyai sikap optimis
atau pesimis ? apakah kita mempunyai sikap apatis ?
Sikap itu penting; setiap manusia mempunyai sikap dan sudah tentu tiap-tiap
orang berbeda sikapnya. Sikap dapat dibentuk sesuai dengan kemauan yang
membentuknya. Pembentukan sikap ini terjadi melalui pendidikan. Seperti halnya
seorang militer yang bersikap tegas, berdisiplin tinggi, sikap ksatria karena
dalam kemiliteran ia didik ke arah sikap itu.
Sikap hidup adalah perasaan hati dalam menghadapi hidup ini. Sikap itu bias positif,
negative, apatis atau siukap optimis atau pesimis, bergantung kepada pribadi
orang itu dan juga lingkungannya.
Dalam rangka menciptakan keadilan sosial bagi bangsa Indonesia, yang pada
hakikatnya menciptakan Kesejahteraan dan Kemakmuran bagi seluruh rakyat
indonesia, pemerintah berusaha menanamkan sikap-sikap positif bagi bangsa
Indonesia. Sikap-sikap itu antara lain ; sikap suka bekerja keras, sikap gotong
royong, menjaga hak dan kewajiban, sikap suka menolong dan sikap menghargai
pendapat orang lain.
5. MANUSIA
DAN PANDANGAN HIDUP
Pandangan hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan
rohani dan jasmani. Itu berguna bagi perorangan (individual), kelompok atau
masyarakat, bahkan negara.
Pandangan hidup adalah juga filsafat hidup. Sesuai dengan arti filsafat yaitu
cinta akan kebenaran tentulah bentuk kebenaran yang akan dicapai adalah
kebenaran yang dapat diterima oleh siapa saja. pandangan hidup dimiliki oleh
semua orang atau semua golongan. Maka penggolongan yang paling ringan adalah
pandangan berdasar :
a.
Beragam, beriman.
b.
Tidak beragam tetapi mengikuti garis
ajaran satu atau lebih dari agama yang ada.
c.
Matrealistik dan sekuler.
Pandangan
hidup dapat merupakan keseluruhan garis dan kecenderungan jalan-jalan dan
nilai-nilai yang akan dicapai untuk landasan semua dimensi kehidupannhya dari
pandangan hidup ini terpancar perbuatan, kata-kata dan tingkah laku dan
cita-cita, sikap, dorongan atau tujuan yang akan dicapai.
Pandangan hidup berbeda dengan
cita-cita. Cita-cita misalnya :
·
Ingin punya istri cantik, terpelajar
dan setia.
·
Ingin punya suami tinggi, tampan,
pilot dan setia.
·
Ingin jadi insinyur, pilot atau dokter.
·
Ingin hidup selamat, bahagia alias
tidak kekurangan apapun.
Sedangkan pandangan hidup :
1.
Hidup bahagia, sejahtera.
2.
Hidup sejahtera, penuh kebahagiaan
dan cinta kasih.
3.
Hidup panjang umur untuk sanak
kerabat dan dirinya serta bahagia, penuh cinta kasih.
Yang
ideal ini biasanya bersifat umum artinya setiap orang maupun semua masyarakat
dan bahkan negara. Di indonesia harus dapat menerapkan pancasila sebagai
pandangan hidup semua warga negaranya.
Sumber : Joko Tri Prasetya, Drs., Ilmu Budaya Dasar, Rineka Cipta, Jakarta 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar