MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
1.
Manusia dan
Tanggung Jawab
Pengertian yang kita peroleh sehari-hari untuk kata
“pertanggungjawaban” dari kata “tanggung jawab” yaitu beban psikis yang
melandasi pelaksanaan kewajiban dari tugas tertentu.
Kesanggupan seseorang terhadap suatu tugas wajib atau
kemudian disebut kewajiban, akan berakibat suatu celaan atau menerima akibat
tertentu jika tidak dilaksanakan
Dalam agama Islam ada tugas yang bersifat :
· Wajib, artinya suatu tugas yang
“harus” dilaksanakan, atau tugas yang tidak boleh ditinggalkan kalau tidak
dikerjakan menerima sanksi berupa “dosa” bahkan dapat dianggap meninggalkan
perintah “Allah”
· Sunnah, artinya tugas atau perintah
Allah yang bila dikerjakan mendapat pahala sedang jika tidak dikerjakan tidak
berdosa.
Biasanya dapat kita ketahui lahirnya kewajiban-kewajiban ini
adalah karena adanya hubungan hidup manusia antara :
o
Manusia
dengan manusia lain, dan
o
Manusia
dengan Tuhannya
Disamping
kewajiban social kemasyarakatan, keluarga dan ke Tuhannya ada pula kewajiban
yang datangnya dari dalam diri sendiri. Ini biasanya dikaitkan dengan
nilai-nilai yang diterima dan diintegrasikan dalam dirinya, kemudian dijadikan
harapan-harapan untuk dicapainya.
Telah diketahui Bersama bahwa kebutuhan hidup manusia
meliputi:
1. Kebutuhan hidup jasmani
2. Kebutuhan hidup kejiwaan dan rohani,
serta
3. Kebutuhan hidup berteman atau sosial
kemasyarakatan.
Banyak
karya-karya, cerpen dan novel mengetengahkan tema tema yang berkaitan dengan
pelaksanaan tugas wajib dan tanggung jawab.
2.
Makna
Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku
dan perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab
juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Macam tanggung jawab
a.
Tanggung
Jawab Kepada Keluarga
Masyarakat kecil adalah keluarga. Keluarga adalah suami,
istri, ayah, ibu, dan anak-anak. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab
kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi
tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan
kehidupan.
b. Tanggung Jawab Kepada
Masyarakat
Suatu kenyataan pula bahwa manusia adalah makhluk social.
Manusia merupakan anggota masyarakat. Karena itu, dalam berpikir, bertingkah
laku, berbicara, dan sebagainya manusia terikat oleh masyarakat. Wajarlah
apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan
kepada masyarakat.
c. Tanggung Jawab
Kepada Bangsa dan Negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia adalah warga Negara
suatu Negara. Dala berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia
terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh Negara. Manusia
tidak dapat berbuat semua sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah maka ia
harus bertanggung jawab kepada Negara.
d. Tanggung Jawab Kepada
Tuhan
Manusia ada tidak dengan sendirinya, tetapi merupakan
makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan, manusia dapat mengembangkan diri
sendiri dengan sarana-sarana pada dirinya yaitu pikiran, perasaan, seluruh anggota
tubuhnya, dan alam sekitarnya.
3.
Makna
Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik berupa pikiran, pendapat
ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan antara lain kepada raja, cinta,
kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan dan semua dilakukan dengan ikhlas.
Timbulnya pengabdian
itu hakikatnya ada rasa tanggung jawab. Apabila kita dari pagi sampai sore hari
di beberapa tempat untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga kita, itu berarti
mengabdi kepada keluarga karena kasih sayang kita kepada keluarga.
· Pengabdian
Kepada Keluarga
Pengabdian kepada keluarga ini dapat berupa pengabdian
kepada istri dan anak-anak, istri kepada suami dan anak-anaknya atau anak-anak
kepada orang tua.
· Pengabdian
Kepada Masyarakat
Demi masyarakat, anggota masyarakat harus mau mengbdi diri
kepada masyarakat. Ia harus mempunyai rasa tanggung awab kepada masyarakat.
Oleh karena nama baik tempat ia tinggal, membawa nama baiknya pula. Bila remaja
masyarakat kampungnya terkenal dengan “remaja berandal” suka berkelahi,
menggangu orang, atau merampas hak orang lain maka bagaimanapun juga ia akan
merasa malu.
· Pengabdian
Kepada Negara
Manusia pada hakikatnya adalah bagian dari suatu bangsa
artau warga Negara suatu Negara. Karena itu seseorang wajib menvintai bangsa
dan negaranya. Mencintai ini biasnya diwujudkan dalam bentuk pengabdian.
· Pengabdian
Kepada Tuhan
Pegabdian adalah perbuatan manusia baik yang berupa pikiran,
pendapat,atau tenaga sebagai perwujudan kesetiaan cinta, kasih saying, hormat,
atau suatu ikatan dan semua dilakukan secara ikhlas. Pengabdian pada dasarnya
adalah rasa tanggung jawab.
4.
Makna
Kesadaran
Kesadaran adalah keinsyafan akan perbuatannya. Sadar artinya
merasa, tahu atau ingat (kepada keadaan yang sebenarnya), keadaan ingat akan
dirinya, ingat kembali, siuman, bangun, tahu dan mengerti, misalnya rakyat
telah sadar akan politik.
Jadi kesadaran adalah hati yang telah terbuka atau pikran
yang telah terbuka tentang apa yang telah dikerjakan. Kesadaran berasal dari
kata sadar artinya tahu, mengerti, ingat, terbuka hati / pikirannya untuk
berbuat sesuai dengan kata hatinya.
Dalam berbuat, kadang-kadang oarng hanya melanggar satu
norma, kadang-kadang sekaligus melanggar dua tuga norma, bahkan ada yang
langsung melanggar tiga norma. Kesadaran moral amat penting untuk diperhatikan
orang karena pelanggaran moral dapat berakibat merusak nama. Oleh ini tidak
berarti bahwa kesadaran yang lain tidak penting. Semua kesadaran penting,
karena ketidaksadaran adalah salah satu hal yang dapat menggoncangkan atau
sekurang-kurangnya membuat kepincangan dalam hidup.
Pada umumnya orang sadar akan perbuatannya tetapi tidak
disadari, apakah perbuatan itu melanggar norma sopan santun norma hokum atau
norma moral. Kalau orang itu ingin berbuat, berbuat sajalah ia. Orang yang
berbuat tanpa kesedaran ini amat sedikit jumlahnya. Hal itu buisa terjadi karena
kekeliruan, tetapi mungkin juga karena berbuat dalam keadaan tidak sadar atau
anak kecil. Karena itu orang tersebut dapat bebas dari hukuman.
5.
Makna
Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban, artinya berikan secara
ikhlas :harta benda, wajtu, tenaga, pikiran, bahkanmungkin nyawa, demi cintanya
atau ikatannya dengan sesuatu atau demi kesetiaan, kebenaran.
· Pengorbanan kepada keluarga
Pada hakikatnya manusia hidup berkeluarga. Dasar hidup
berkeluarga adalah kasih saying. Kasih saying memerlukan pengorbanan. Tanpa pengorbanan
tidak ada kasih sayangn atau cinta.
· Penorbanan kepada masyarakatm
Manusia adalah makhluk sosial, karena manusia tidak dapat
hidup sendiri,dan saling membutuhkan. Sebagai makhluk sosial manusia merasa
teikat dengan masyarakatnya. Karna itu demi pengabdiannya kepada masyarakat ia
tidak bebas dari pengorbanan.
· Pengorbanan kepada bangsa dan Negara
Demi Negara tiap orang tidak sayang kehilangan harta benda,
bagian badan, bahkan nyawapun dipertaruhkan dengan ikhlas. Kapan saja dan
dimana saja berada mereka berkewajiban membela Negara.
· Pengorbanan karena kebenaran
Menurut kodratnya manusia mempunyai hak hidup dan hak
kemerdekaan hidup. Oleh karena itu penjajahan di atas bumi bertentangan dengan
kodrat alam. Demi membela kebenaran ini biasanya banyak korban berjatuhan.
· Pengorbanan kepada agama
Berkorban kepada agama berarti juga berkorban demi cintanya
kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pengorbanan
ialah pemberian secara ikhlas yang berupa pikiran, pendapat, harta, waktu,
tenaga bahkan mungkin nyawa demi cinta, kesetiaan, ikatan sesuatu, kebenaran,
dan mungkin juga kesetiakawanan.
Manusia hidup sebagai pribadi, sebagai bangsa dan warga
Negara suatu Negara, dan juga sebagai makhluk ciptaan Tuhan: karena itu dalam
kehidupan ada bermacam-macam jenis pengorbanan.
Pengorbanan demi keluarga, pengorbanan demi hidup di
masyarakat, pengorbanan demi cinta kepada bangsa Negara, pengorbanan demi
kebenaran dan pengorbanan demi cinta
agama dan cinta kepada Tuhan, semua itu tidak lepas dari kehidupan manusia.
sumber
:
Joko Tri Prasetya, Drs dkk., Ilmu
Budaya Dasar, Rineka Cipta, Jakarta, 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar