MANUSIA
DAN KEGELISAHAN
1.
Kegelisahan dan Sumber-Sumbernya
Pada prinsipnya manusia merupakan makluk yang diarahkan oleh motivasi dan
cita-citanya. Hampir semua tingkah laku manusia dapat dipandang sebagai usaha
untuk memuaskan hasrat biologis mereka. Kegelisahan disini diartikam suatu
kondisi dimana orang menghadapi halangan atau rintangan dalam mengatasi
rintangan tersebut.
Kegelisahan yang tak terhindarkan
disebabkan oleh kompleksitas manusia, lingkungan dimana ia tinggal, dan keterbatasan
fisik dan jiwanya.
Kegelisahan dan kompleksitas manusia
Motif-motif perbuatan yang mendorong dan mengarahkan tingkah laku tidak timbul
dan dapat mencapai pemuasan dengan cara yang sederhana. Sebaliknya motif-motif
itu terjadi dalam keadaaan ruwet, bahkan kadang-kadang penuh kekacauan. Motif
yang berbeda-beda bersaing satu sama lain, dan pemuasan terhadap motif pertama
akan disusul dengan datangnya motif yang lain.
Kegelisahan dan kondisi lingkungan
Pemuasan yang menyeluruh pada suatu motif juga hampir tidak mungkin sebab
tujuan motif itu hanya bisa dicapai menyeluruh jika sesuai dengan apa yang
tersedia dilingkungan kita. Pada lingkungan tertentu makanan mungkin tak
tersedia untuk memuaskan rasa lapar, karena orang itu tak mampu membelinya,
atau kawan-kawan orang itu tidak memperhatikannya atau mengaguminya yang dapat
digunakan untuk memuaskan keinginanannya akan status, keakraban, cinta dan
sebagainya.
Kegelisahan dan ketidakmampuan
penyesuaian bertindak
Alasan ketiga terjadinya kegelisahanyang tak terelakan ialah kenyataan bahwa
pencapaian tujuan tergantung pada keefektifan dalam penyesuaian; hasil hanya
dapat dicapai jika seseorang mempunyai kebiasaan yang sesuai untuk memanipulasi
lingkungan.
Keadaan fisik
Keadaan fisik merupakan faktor yang utama sebagai kegelisahan manusia. Sejak
bayi lahir ia selalu menghadapi kenyataan bahwa ia selalu terhalang
keinginannya karena sebab-sebab fisik. Bayi tidak mempunyai koordinasi otot
untuk mengatasi halangan fisik, alat pancaindera dan intelektualnya belum
berkembang, bahkan ia tidak dapat memperhitungkan jarak suatu objek dan ia
sendiri. Ia menjadi sangat tergantung kepada orang lain. Karena masa
ketidakberdayaan itu cukup lama, kegelisahan sudah merupakan kawan intim
manusia sejak lahir.
Pada
masaa dewasa ketidakmampuan fisik bukan merupakan sumber kegelisahan yang
pokok, kecuali pada masa epidemic, banjir, gempa bumi dan bencana lainnya.
Lingkungan sosial
Sementara manusia dapat mengurangi sumber kegelisahan yang pertama, ia tidak
dapat melakukan itu pada sebab yang kedua ini. Sumber kegelisahan manusia ikut
berubah sebagaimana pembangunan teknologi dan ilmu manusia itu sendiri. Manusia
satu dengan lainnya selalu tergantung satu sama lainnya. Sehingga jika orang
satu dengan lainnya tidak dapat saling memberi seperti yang diharapkan maka hal
ini akan menjadi sumber kegelisahan.
Motif yang bertentangan
Sumber kegelisahan yang paling rumit ialah pertentangan antara dua motif atau
lebih. Hakikat dari konflik antar motif ini ialah bahwa seorang individu tak
dapat mencapai tujuannya tanpa harus mengorbankan motif lain yang ia miliki.
Kegelisahan ini merupakan kegelisahan yang sudah “built in” karena individu itu
kecenderungan bertindaknya saling bertentangan sendiri.
Menurut
Kurt Lewin (1935) ada tiga tipe dasar konflik yaitu : Approach-approach,
avoidance-avoidance dan approach avoidance.
2.
Makna Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah. Gelisah artinya rasa tidak tentram di
hati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang, tidak sabar lagi
(menanti), cemas dan sebagainya. Kegelisahan artinya perasaan gelisah,
khawatir, cemas atau takut dan jijik. Rasa gelisah ini sesuai dengan suatu
pendapat yang menyatakan bahwa manusia yang gelisah itu dihantui rasa khawatir
atau takut.
Alasan mendasar mengapa manusia
gelisah ialah karena manusia memiliki hati dan perasaan. Bentuk kegelisahannya
berupa keterasingan, kesepian, dan ketidakpastian. Perasaan-perasaan semacam
ini silih berganti dengan kebahagiaan, kegembiraan, dan kehidupan manusia.
Perasaan cemas menurut Sigmund Freud
ada tiga macam, yaitu :
1.
Kecemasan Obyektif. Kegelisahan ini
mirip dengan kegelisahan terapan, seperti anaknya belumpulang, orang tua sakit
keras, dan sebagainya.
2.
Kecemasan Neutorik (saraf). Hal ini
timbul akibat pengamatan tentang bahaya dari naluri. Contohnya dalam
penyesuaian diri dengan lingkungan, rasa takut yang irrasional semacam fobia,
rasa gugup dan sebagainya.
3.
Kecemasan moral. Hal ini muncul dari
emosi diri sendiri seperti perasaan iri, dengki, dendam, hasud, marah, rendah
diri, dan sebagainya.
Keterasingan berasal dari kata
terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti
sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata asing berarti, tersisihkan dari
pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi keterasingan
berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil, atau
terpisah dari yang lain.
Terasing atau keterasingan adalah
bagian hidup manusia. Sebentar atau lama orang pernah mengalami hidup dalam
keterasingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain.
Sebab-sebab keterasingan
Sikap
rendah diri
Sikap rendah diri menurut Alex Gunur adalah sikap kurang baik. Sikap ini
menganggap atau merasa dirinya selalu atau tidak berharga, tidak atau kurang
laku, tidak atau kurang mampu di hadapan orang lain. Sehingga merasa dirinya
lebih rendah dari orang lain.
a.
Keterasingan Karena Cacat Fisik
Cacat fisik itu tidak perlu membuat
hidup terasing karena cacat fisik itu kehendak tuhan. Namun manusia lain jalan
pikirannya merasa malu anaknya atau cucunya yang cacat fisik, maka disingkirkan
anak tersebut dalam pergaulan ramai, hidup dalam keterasingan.
b.
Keterasingan karena sosial ekonomi
Ekonomi kuat atau lemah adalah
anugerah dari tuhan. Orang tidak boleh membanggakan kekayaan. Tetapi orang
tidak boleh pula merasa rendah diri karena keadaan ekonomi yang sangat rendah,
namun di dalam kenyataan lain , orang-orang yang lemah ekonominya sering kali
merasa rendah diri, akibat orang-orang yang kaya sering membanggakan
kekayaannya, meskipun tidak disengaja.
c. Keterasingan karena rendah
pindidikan
Banyak juga orang yang merasa rendah
diri, karena rendahnya pendidikan, berakibat kurang dapat mengikuti jalan
pikiran orang yang berpendidikan tinggi dan banyak pengalaman.
Dalam pergaulan orang-orang yang berpendidikan
rendah dan kurang pengalaman biasanya menyendiri, mengasingkan diri, karena
serba sulit menempatkan diri.
Ingin
bertanya takut salah, apa yang ditanyakan, juga takut ditanya, takut jawabannya
tak benar. Akibatnya ia menjauhkan diri dari pergaulan.
d.
Keterasingan Karena Perbuatannya
Orang
terpaksa hidup dalam keterasigan karena merasa malu,
dunia
rasanya sempit, bila Nampak orang ingin mukanya ditutupi. Itu semua adalah
akibat dari perbuatannya, yang tidak bisa diterima oleh masyarakat
lingkungannya.
4.
Makna Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi, artinya sunyi, lengang, tidak ramai, tidak ada
orang atau kendaraan, tidak banyak tamu, tidak banyak pembeli, tidak ada
apa-apa dan sebagainya. Kesepiaan adalah keadaan sepi atau hal sepi.
Setiap orang pernah mengalami
kesepian karena kesepian bagian hidup manusia, lama atau sebentar kesepian ini
bergantung terhadap mental orang dan kasus penyebabnya.
Sebab-sebab terjadinya kesepian
Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Frustasi pun dapat mengakibatkan
kesepian. Yang bersangkutan tidak mau diganggu , ia lebih senang dalam keadaan
sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya. Ia lebih senang hidup sendiri
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu (pikirannya)
atau mendua, atau apa yang dipikirkan tidak searah, kemana tujuannya tidak
jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi.
Ketidakkonsentrasian itu disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya
kacau.
Ketidakpastian atau ketidaktentuan adalah bagian hidup manusia. Setiap orang
hidup pernah mengalaminya. Bahkan anak kecil sekalipun pernah mengalaminya,
misalnya, ketika anak kecil ditinggal ibunya, ia menangis kebingungan.
Kebingungan itu menunjukan adanya ketidakpastian, seperti anak ayam yang
kehilangan induknya.
Sebab-sebab terjadinya
ketidakpastian
Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur, logis
ataupun mengambil kesimpulan. Menurut Siti Meichati dalam bukunya kesehatan
mental ada beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti. Sebab-sebab
itu ialah :
· Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurose
jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus-menerus, biasanya
tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau sebab-sebab tak diketahui oleh
penderita.
· Phobia
Ialah rasa ketakutan yang tak
terkendalikan, tidak normal, kepada suatu hal atau kejadian, tanpa diketahui
sebab-sebabnya.
· Kompulsi
Ialah adanya keragu-raguan yang
sangat mengenai apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak
disadari untuk selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang serupa berulang kali
(neurose).
· Histeria
Ialah neurose jiwa yang
disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan,
kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, atau sugesti dari sikap orang
lain.
· Delusi
Menunjukan pikiran yang tidak beres,
karena berdasarkan suatu keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat. Tidak
ada dasar kenyataan. Dan tidak sesuai dengan pengalaman.
· Halusinasi
Khayalan yang terjadi tanpa
rangsangan pancaindra. Seperti para prewangan (medium) dapat digolongkan pada
pengalaman halusinasi. Dengan sugesti diri orang dapat juga berhalusinasi.
· Keadaan Emosi
Dalam keadaan tertentu sesesorang
sangat terpengaruh oleh emosinya. Ia sampai pada keseluruhan pribadinya :
gangguan pada nafsu makan, pusing-pusing, muka merah, nadi cepat, keringat,
tekanan darah tinggi/lemah.
Sumber : Joko Tri Prasetya dkk., Ilmu Budaya Dasar,Rineka Cipta, Jakarta,2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar